Hari Pertama di Bursa, Saham PT Nusatama Berkah Tbk (NTBK) Naik 35%

Perusahaan manufaktur kendaraan khusus PT Nusatama Berkah Tbk resmi menjadi perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (9/2).

Emiten dengan kode saham NTBK ini menjadi perusahaan tercatat ke-7 pada tahun 2022 ini, sekaligus menjadi perusahaan tercatat ke-773 di Bursa saat ini.

Pada hari pertama di Bursa, saham NTBK melejit hingg 35% menjadi Rp135 per saham, dari harga penawaran Rp100 per saham.

“PT Nusatama Berkah Tbk didirikan tahun 2009 adalah perusahaan yang bergerak dalam industri manufaktur kendaraan khusus. Kami memiliki visi menjadi perusahaan manufaktur kendaraan khusus yang terkemuka, berkesinambungan, dengan produk-produk berkualitas tinggi,” ujar Bambang Susilo, Direktur Utama PT Nusatama Berkah Tbk saat seremoni pencatatan perdana saham, Rabu (9/2).

Bambang menyampaikan produk-produk PT Nusatama Berkah Tbk banyak digunakan di industri pertambangan batu bara, nikel, emas, industri migas, timber, pulp and paper, dan sektor konstruksi.

“PT Nusatama Berkah Tbk sangat mengutamakan kepuasan pelanggan dengan berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu produk dengan teknologi yang terbaru, memproduksi dengan ketepatan waktu serta memberikan pelayanan purna jual yang terbaik untuk pelanggan kami,” ujarnya.

Dalam penawaran umum perdana saham ini, PT Nusatama Berkah Tbk melepaskan sebanyak 700 juta saham kepada publkik atau 25,93% dari modal disetor. Dengan harga penawaran Rp100 per saham, Perseroan mendapatkan dana sebesar Rp70 miliar dari aksi korporasi ini.

Sebagian besar dana hasil penawaran perdana ini yaitu sekitar 87,21% digunakan untuk modal kerja seperti persediaan bahan baku, gaji karyawan, komisi, dan juga biaya pemasaran.

Sekitar 6,02% digunakan untuk pembelian mesin. Beberapa contoh mesin yang berpotensi untuk dibeli Perseroan adalah CNC Automatic Gas & Plasma Cutting, Overhead Crane, Forklift 6T, 400A Welding DC machine Transformers serta mesin-mesin lainnya yang dapat membantu untuk meningkatkan performa kegiatan usaha Perseroan.

Kemudian sekitar, 6,77% dana hasil penawaran umum ini digunakan untuk perluasan area produksi  di tanah yang saat ini telah dimiliki oleh Perseroan.

Artikel ini bersumber dari www.theiconomics.com

Tinggalkan komentar